Agile di Masa Yang Tidak Pasti

Article

Saat ini, pandemi COVID-19 memiliki dampak yang sangat besar terhadap berbagai sektor bisnis. Dua dekade terakhir telah menyaksikan serangkaian peristiwa dan krisis seperti serangan teroris, konflik yang berdampak pada ekonomi atau kebijakan pemerintah, wabah penyakit, dan peristiwa cuaca yang membahayakan. Menurut pandangan kami, kondisi bisnis di masa depan tidak akan jauh berbeda. Besar kemungkinan perusahaan akan dihadapkan dengan serangkaian tantangan dan peluang yang tidak terduga, dan bisnis yang seperti biasa tidak lagi memadai. Sistem bisnis yang agile (gesit) dapat membantu perusahaan menciptakan inovasi yang mereka perlukan untuk bertahan di masa-masa yang tidak pasti ini. Berikut adalah tips-tips untuk perusahaan, organisasi, dan bisnis agar bisa gesit di masa yang tidak pasti:

Bangun sistem yang agile dengan cara yang agile.
Sistem bisnis memiliki dampak yang lebih besar pada kinerja jangka panjang daripada individu. Buat tim yang lebih agile yang ditugasi untuk menghasilkan inovasi. Mulailah menyebarkan prinsip-prinsip agile ke seluruh organisasi, bahkan ke bagian-bagiannya yang harus tetap birokratis. Libatkan orang dalam mengubah sistem melalui pengujian, pembelajaran, dan adaptasi.

Tingkatkan kecepatan inovasi.
Memperhatikan durasi komunikasi dapat membuat waktu pengerjaan inovasi menjadi lebih efisien dan efektif. Waktu yang dibutuhkan tim untuk mengeluarkan suatu produk inovasi ditentukan oleh dua faktor: waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan inovasi dan waktu yang dihabiskan untuk menunggu respons rekan kerja/anggota tim. Waktu tunggu termasuk penundaan yang disebabkan oleh proses operasi, seperti kalender perencanaan strategis, proses persetujuan, siklus penganggaran dan pendanaan, dan berbagai faktor lainnya. Sebagian besar tim hanya menghabiskan 15% hingga 20% dari waktu mereka untuk bekerja dan sisanya dihabiskan untuk menunggu. Mengurangi waktu tunggu dapat membuat kinerja tim lebih cepat efektif sebanyak 5 kali. Salah satu cara untuk mengurangi waktu tunggu adalah memecah program yang besar dan panjang menjadi kelompok-kelompok kecil dengan putaran umpan balik yang cepat.

Atur ulang keseimbangan antara kedisiplinan dan inovasi
Untuk mempertahankan keberhasilan bisnis/pekerjaan dalam lingkungan yang dinamis, perusahaan harus menyeimbangkan dua kegiatan penting. Tim dan/atau karyawan harus menjalankan bisnis dengan andal dan efisien, dan mereka harus mengubah bisnis dengan cepat dan efektif. Caranya adalah dengan mempertahankan urgensi, mengantisipasi krisis berikutnya, dan menciptakan sistem yang yang mengedepankan inovasi dan kedisiplinan operasi.

Kunjungi www.designthinking.id untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana penerapan agile di masa yang tidak pasti. Atau hubungi kami di openinnovation@innovesia.co.id untuk mendapatkan informasi design thinking online workshop atau program Innovesia lainnya yang dapat memksimalkan tim Anda untuk berinovasi.

LET’S COLLABORATE AND INNOVATE WITH US!

source: Harvard Business Review

Article
Agile Fundamental for DBS Kampus Merdeka

In line with the Ministry of Education and Culture Program – Kampus Merdeka, DBS, and Innovesia collaborated to organize a workshop specifically designed for DBS interns. In this workshop, Agile concepts and practices are introduced to those who take part in the internship program as part of the Merdeka Campus …

Article
Business Acumen Essential with Nusantara Regas

Business landscape is changing faster than ever, be it from the demand from the market as well as the rising numbers of new competitors. Hence, it is crucial to always improve strategies for employees. Over the course of two month, Nusantara Regas equipped their team members with mindset-changing workshops with …

Article
7 Must-Have Mindsets for Innovator: Design Thinking Mindsets

In an uncertain situation like today, we need to adapt to the situation. In adapting, continuous innovation is needed. Design thinking is well known as a magic process for innovation. This method is arguably the most attractive way to describe a model for innovation based on human-centered observation and prototyping. …