Bagaimana Menerapkan Design Thinking pada Kerjasama Tim

Uncategorized

Bagaimana kita dapat menciptakan kepercayaan dan keamanan secara psikologis dalam tim ketika dihadapkan oleh banyak asumsi dan tantangan kerja yang ada? SETIAP tantangan menciptakan peluang jika kita berusaha dan mengajukan pertanyaan yang tepat untuk tetap berkembang di keesokan harinya. Metode DESIGN THINKING dapat membantu kita melakukan itu. Dengan berfokus pada kebutuhan manusia, kita dapat menavigasi ambiguitas melalui empati, pemikiran yang luas, dan eksperimen. Kita sebagai pemimpin, inovator, dan desainer dapat menggunakan tiga pola pikir untuk membantu menavigasi masa depan di masa krisis dan perubahan ini.

Empati
Di saat seperti ini, kita perlu mendengarkan lebih dari biasanya. Empati membantu Anda mendapatkan inspirasi dari kebutuhan, perasaan, dan motivasi orang lain, sehingga Anda dapat mulai menciptakan solusi yang berarti untuk masalah aktual. Mendengarkan secara mendalam untuk memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan orang adalah keterampilan yang dapat dipelajari dan dipraktikkan. Kami percaya bahwa empati adalah salah satu keterampilan terpenting di masa depan.

Ajukan pertanyaan, “Bagaimana mungkin kita …?” (How Might We)
Kebanyakan orang berpikir bahwa inovasi dimulai dengan ide yang hebat, padahal inovasi datang dimulai dengan pertanyaan besar atau masalah yang harus dipecahkan. Keahlian utama yang bisa kita semua tingkatkan adalah berpikir luas dengan membingkai masalah dan mengubahnya menjadi pertanyaan – pertanyaan yang kemudian bisa kita pecahkan. Setelah mengubah masalah menjadi pertanyaan, ide-ide kreatif akan muncul untuk menjadi solusi permasalahan tersebut.

Kembangkan pola pikir eksperimental Anda
Setelah menjelajahi apa yang mungkin, saatnya untuk memanfaatkan pola pikir eksperimen Anda. Ini bukan tentang kegagalan, ini tentang belajar dari kegagalan. Dengan gagal, Anda dengan cepat menemukan apa yang berhasil dan apa yang tidak berhasil sehingga Anda dapat membangun solusi. Ketika itu terjadi, Anda dapat mengevaluasi ide dengan lebih baik, benar-benar memahami pengguna (user), mengidentifikasi kekuatan (strength) sebagai pemimpin atau tim, dan bereksperimen menuju masa depan yang diinginkan secara lebih cepat. 

Source: Think with Google

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Article
Mendalami Kebiasaan Pelanggan Ketika Bisnis Berinovasi

Innovesia Webinar Series merupakan program terbaru Innovesia yang memiliki tujuan memberikan ruang bagi masyarakat untuk belajar berinovasi melalui rangkaian webinar yang menghadirkan topik dan tokoh-tokoh yang ahli dibidangnya untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka mengenai cara atau inisiatif inovasi apa yang dilakukan di industri atau sektor mereka bekerja. Rangkaian Innovesia …

Article
Leading in Crisis and Embracing the New Normal

Pada 16 Juni sampai 17 Juni 2020, diadakan Sharina Webinar dengan tema Leading in Crisis and Embracing the New Normal. Webinar ini menghadirkan 6 pembicara yang merupakan leader dari industrinya masing-masing, antara lain Omar S. Anwar (CEO Aberdeen Standard), Riko Hendrawan (Praktisi Ekonomi), Jonathan Sudharta (CEO Halodoc), Silmy Karim (CEO …

Article
Persiapan Mengajar Jarak Jauh untuk Menghadapi “New Normal”

Innovesia bersama Asosiasi Dosen Indonesia bermitra dalam pelaksanaan Innovesia Webinar Series: Teaching in Digital Era. Pada Webinar pertama ini menghadirkan secara langsung Gita Gayatri Ph.D yang merupakan Dosen Department of Management, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Sejak tahun 2012 hingga saat ini beliau kerap mendampingi suami yang bertugas sebagai …


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/designth/public_html/wp-includes/functions.php on line 4221